• Konekc PR

Cara Hindari Filter Email Spam ketika Lakukan Email Marketing



Bagi para pemilik bisnis pasti pernah mengalami email yang dikirimkan kepada konsumen malah masuk ke bagian spam. Akan sangat sia-sia jika email yang telah kamu tulis untuk konsumen berakhir di folder spam. Namun, masalah ini memang kerap menimpa para pemilik bisnis. Menurut laporan dari Return Path, filter spam yang digunakan saat ini lebih ketat daripada sebelumnya. Tercatat, satu dari lima email gagal untuk mencapai kotak masuk (inbox).

Filter Email Spam

Filter spam umumnya menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin untuk mendeteksi pesan yang tidak diminta, tidak diinginkan, dan terinfeksi virus. Email yang terdeteksi mengandung hal-hal tersebut akan dicegah untuk masuk ke dalam kotak masuk dan biasanya berakhir di spam.


Pada intinya, spam adalah email yang tidak diminta, tidak relevan, dan dikirim secara massal. Email spam dapat mencakup email komersial yang tidak diminta, virus komputer, atau pesan penipuan.


Namun jangan khawatir, walau kamu tidak dapat sepenuhnya menghindari filter spam, tetapi dapat mengikuti 5 langkah ini untuk menurunkan skor spam.

1. Dapatkan Izin Konsumen untuk Mengirim Email

Jika kamu mengirimkan email tanpa izin dari konsumen, email yang kamu kirimkan akan ditandai sebagai spam. Bayangkan jika kamu mendapatkan email dari pengirim yang tidak dikenal—dengan asumsi email berhasil melewati filter spam— kamu mungkin akan menandainya sebagai spam.


Mengirim email pemasaran kepada orang-orang tanpa izin bukanlah cara untuk mendapatkan kesuksesan bisnis dalam jangka panjang. Malah mereka akan tidak peduli dan bahkan mungkin kesal menerima email dari seseorang yang tidak mereka kenal. Selalu dapatkan izin sebelum mengirim email marketing.

2. Ikuti Pedoman Filter Spam

Sebagian besar negara memiliki dan mematuhi undang-undang anti-spam, seperti CAN-SPAM ACT, GDPR, CASL, dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk melindungi data masyarakat dari pelaku spam. Misal, bisnis yang kamu lakukan sudah go international dan kamu memiliki pelanggan yang berasal dari Amerika. Kamu harus mematuhi undang-undang anti-spam Amerika, yaitu CAN-SPAM ACT, agar email yang kamu kirimkan tidak terdeteksi sebagai spam.


3. Gunakan Rasio Teks dan Gambar yang Tepat

Filter spam akan memblokir konten yang mengandung banyak gambar. Hindari hanya menggunakan konten berbasis gambar. Menurut Mailchimp, perbandingan yang tepat agar email tidak terdeteksi spam adalah rasio 80% teks hingga 20% gambar dalam email.

Selain itu, kamu juga bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Berikan teks alternatif untuk setiap gambar yang diunggah

  • Batasi gambar tidak lebih dari tiga

  • Uji email dengan gambar pada alamat email yang berbeda, seperti Gmail dan Yahoo, untuk melihat bagaimana tampilannya sebelum mengirimnya ke seluruh konsumen.

4. Hindari Email Konsumen yang Tidak Aktif

Beberapa konsumen akan tidak aktif menggunakan email atau tidak ikut serta dalam kampanye atau informasi tentang bisnismu. Hal ini mungkin terjadi karena mereka mengubah alamat email atau mungkin kehilangan minat pada bisnismu, karena kebutuhan mereka yang telah berubah atau tidak punya lagi waktu untuk mengkonsumsinya.


Tandai konsumen yang belum membuka emailmu setidaknya dalam enam bulan sebagai pelanggan yang tidak aktif. Hal ini akan membuat daftar konsumenmu menjadi lebih bersih dan rapi, serta emailmu tidak ditandai oleh filter spam.

5. Gunakan Aplikasi Pengecekan Spam

Sebelum kamu mengirimkan email kepada konsumen, sebaiknya lakukan pengecekan spam terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mengetahui apakah email yang akan dikirimkan ditandai filter spam atau tidak.


Salah satu aplikasi tersebut adalah Emailable. Cukup kirim emailmu ke alamat email yang mereka berikan. Kemudian aplikasi ini akan secara otomatis menerima laporan tentang seberapa besar kemungkinan emailmu masuk ke folder spam penerima.